Senin, 25 Februari 2019

RAHASIA Hati di ANTOLOGI RASA || Review Film

Film ini menjadi film yang ditunggu pada Februari tahun 2019. Antologi Rasa adalah film kedua yang diangkat dari novel karya Ika Natassa, setelah Critical Eleven yang sudah tayang 2017 lalu. Saya membaca novel ini sekitar tahun 2012 (kalau tidak salah) dan membuat saya ingin membaca novel karya Ika Natassa yang lain. Sebagai penggemar novel metropop atau love story saya menyukai novel sejenis ini walau Antologi Rasa ini banyak menggunakan bahasa Inggris yang cukup menggangu. hehe Kali ini saya tak akan membahas mengenai novelnya tapi filmnya. 

Trailer Antologi Rasa ini cukup menggairahkan saya untuk menontonnya. Apalagi kalau sudah membaca novelnya. Film ini tayang tanggal 14 Februari 2019 karya Rizal Mantovani. Film ini bercerita tentang "mencintai sahabat" dan "Friend Zone"  kisah cinta empat sahabat yang terjalin antara, Harris, Keara, Ruly, dan Denise.


REVIEW ANTOLOGI RASA



Harris dan Keara (Refal Hady dan Anggika Bolsterli) di Critical Eleven
Bagi yang sudah menonton Critical Eleven (2017), pasangan Harris Risjad-Keara Tedjasukmana diperankan Refal Hady dan Anggika Bolsterli. Namun, di Antologi Rasa, keduanya diperankan oleh Herjunot Ali dengan Carissa Perusset. Sementara Refal Hady menjadi Ruly. Antologi Rasa bercerita tentang 4 banker yang telah bersahabat bertahun-tahun, Harris (Herjunot Ali), Keara (Carissa Perusset), Ruly (Refal Hady), dan Denise (Atikah Suhaime). Mereka diam-diam memendam cinta satu sama lain. Harris begitu mencintai Keara, Keara yang bertahun-tahun menyimpan rasa dengan Ruly, dan Ruly hanya untuk Denise yang sudah menikah. Rumit kan ya? iya. Saya memahami betul bagaimana jatuh cinta dengan sahabat sendiri. "Friend Zone"


Kalau kata orang "persahabatan yang terdiri atas laki-laki dan perempuan pasti salah satunya ada yang jatuh cinta. Entah berbalas atau tidak."  toh seperti pada quotes AR ini untuk yang telah menemukan, namun tak bisa memiliki. Karena cinta tak harus saling memiliki kan??? 😢

Sebagai pembaca novel tentu saja tokoh-tokoh ini menjadi sangat berpengaruh terhadap keberhasilan suatu film. Inilah salah satu risiko kalau cerita film diambil dari novel, ekspektasinya cukup tinggi. Penulis skenario harus mampu bercerita dan menghidupkan tokoh tersebut. Menurut saya ada beberapa bagian yang "terasa" hilang di film ini. Film ini seolah-olah menggambarkan kehidupan Harris dan Keara saja. Ruly terkesan sebagai pendamping mereka, begitupun Denise. Kehadiran Dinda yang terlalu sebentar namun punya peran penting. Panji juga seharusnya bisa menambah RASA dalam film ini. Bagaimana mereka memendam rasa dan memperjuangkannya. Melibatkan konflik perasaan mereka, ketika ada orang lain hadir di kehidupan mereka.
"Kalau dia bikin lo ketawa, itu tandanya lo suka sama dia. Kalau dia bikin lo nangis, itu tandanya lo cinta sama dia." -Harris Risjad
Rizal Mantovani sebagai sutradara seharusnya mampu memberikan dukungan yang kuat bagi film ini untuk bisa membawa emosi yang lebih dalam.  Namun, "bad boy" Harris dan "alim dan coolnya" Ruly membawa film ini sedikit mengulas halaman-halaman yang ditertulis pada novelnya. Keara? tentu saja dengan perempuan modern dan bergaya urban yang menawan.

Secara keseluruhan film ini adalah cukup baik. Film yang  relevan dengan kehidupan anak muda, sederhana, dan menghibur. Sedih dan bahagianya juga tersampaikan walaupun sebenarnya film ini bisa jauh lebih bagus dan lebih melow drama. 💙 Kalau ibarat film Bollywood dan Korea cerita ini bakal sedih bangeeeet, nangis bombay. Rumit percintaannya sih parah! Dan senangnya lagi, di film ini tak banyak dialog menggunakan bahasa Inggris seperti di novelnya. 😁

Satu lagi yang membuat film Antologi Rasa ini membuat baper adalah pengisi lagu dan lirik lagu yang sangat menggambarkan film ini. Geisha, Nidji, D'Masiv, dan Pijar mampu melukiskan perasaan Harris, Keara, dan Ruly yang rumit. 
"Karena kecanggungan tidak pernah ada di antara dua orang yang tidak ada apa-apanya. So maybe there is something between us."




WAJAH BARU DI ANTOLOGI RASA

doc. Instagram Ika Natassa
Industri film di Indonesia juga harus diapresiasi dengan banyak aktor/aktris pendatang baru yang juga punya peluang baik. bersaing dengan seniornya. 

Film Galih dan Ratna  (2017) kali pertama saya melihat akting seorang Refal Hady. Refal bersanding dengan penyanyi Indonesia, Sheryl Sheinafia. Kemudian terkesima dengan peran Harris di film Critical Eleven. Menurut saya, dia punya kesempatan yang baik di industri perfilman Indonesia. Buktinya dalam dua tahun terakhir ini dia cukup mendapatkan peran di beberapa film yang banyak diminati penonton, Dilan 1990 atau Orang Kaya Baru. Peran Refal sebagai tokoh Ruly juga perlu diapresiasi. Wajah "alim" dan "coolnya" nya membantu menghidupkan seorang Ruly yang dicintai Keara. 

Antologi Rasa merupakan DEBUT pertama seorang Carissa Perusset. Pertama dia muncul di Instagram Ika Natassa, saya berpikir dia cocok jadi si-Keara sih. Wajahnya sih blasteran (Swiss-Jawa) tapi CANTIK banget. Enak dilihat gitu, ya wajar aja si Harris jatuh cinta 😂 Aktingnya dia di film ini memang agak kaku, saya sih dimaklumi hal tersebut. Tapi menurutnya saat diwawancara oleh kompas.com dia mengatakan walau lahir di Indonesia, dia bersekolah di sekolah Internasional dan kesehariannya menggunakan bahasa Inggris. Dia berprofesi sebagai model catwalk dan video klip. Dia potensial banget.

Atikah Suhaime yang berperan sebagai Denise ternyata adalah artis Singapura yang juga kerap bermain film Malaysia. Ternyata ia pernah main film Indonesia bersama Reza Rahadian dan BCL, My Stupid Boss. Sayangnya, ia hanya menjadi cameo saja di film Antologi Rasa.

Saya sendiri terakhir menonton film Junot di Tenggelamnya Kapal Van der Wijck. (lawas ya 😁)  Namun, Herjunot Ali dengan peran menjadi bad-boy cukup berhasil menghidupkan Harris Risjad  di film Antologi Rasa. Junot berusaha membangun chemistry dengan dua pemain lainnya. Sepertinya Junot juga menjadi actor favorit Soraya Intercine Films, seperti filmnya, 5cm, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, atau Supernova (film). Acting Junot dalam film ini cukup ciamik dan menghibur dengan kekocakannya.

Awalnya saya bertanya-tanya ada Angelica Martha Pieters alias Angel Pieters sebagai siapa ya dia? Ternyata hasil stalking, dia berperan Dinda si sahabat Keara. Perannya tak banyak dan juga tak begitu memikat. Sayang cuma sebentar sih ya. But, oke Din!

 doc. CNN Indonesia ( Keara, Ruly, Denise, dan Harris)

 doc. Instagram Ika Natasssa  (Ruly, Dinda, Harris, Ika, dan Keara)

Mereka bertiga berhasil menghidupkan karakter-karakter meskipun terkadang chemistry antara mereka kurang begitu "mengigit" seperti ada kecanggungan tersendiri. Tapi, saya sangat menghargai usaha orang lain. Saya cukup terhibur dan menikmati walau pas mau sedih eh filmnya udahan!  hahahaha Saya sih tetep ya #TimRuly #TimKeara 

Good Luck Kak Ika buat film ke-3 nya Twivortiare yang juga dinantikan karena kehadiran Raihaanun dan Reza Rahadian 💕. Btw, Kak Ika dapet royaltinya banyak ya HAHAHA 😜

🌟 3/5.0

NAMASTE! 🙏

ANTOLOGI RASA | 2019 | Durasi: 108 Menit | Sutradara: Rizal Mantovani | Penulis Skenario: Ferry Lesmana, Donny Dhirgantoro (screenplay), Ika Natassa (novel, Antologi Rasa) | Pemain: Herjunot Ali, Carissa Perusset, Refal Hady, Atikah Suhaime, Angel Pieters | Produksi: Soraya Intercine Films

0 coment�rios:

Posting Komentar

thanks ya sudah mengunjungi blog saya ;)

FOLLOW ME @INSTAGRAM