Rabu, 30 Oktober 2019

Serunya Bernostalgia di Konser Westlife, Borobudur | The Twenty Tour

"An empty street. An empty house. A hole inside my heart. I'm all alone. The rooms are getting smaller." -My Love-Westlife
Gambar: Official Chart
Kalau kita baca lirik tersebut otomatis langsung mengikuti nada lagunya ya! Siapa sih yang tidak kenal boyband hits asal Irlandia, WESTLIFE.  Tak pernah terbayangkan sih sebelumnya kalau saya bisa menonton langsung konser Westlife di Indonesia. Dulu, sempet bercita-cita tuh "kapan ya westlife konser di sini? pasti mahal!" Dan kenyataannya 20 tahun kemudian mimpi itu menjadi kenyataan. Dulu dengerin dari kaset atau vcd lah ya sambil memandangi poster yang nempel di dinding kamar 😁 Kalau saya ditanya ngefans sama siapa, jawabannya, Shane Filan. 

Saat tahu WESTLIFE mau konser di Indonesia rasanya sangat exciting banget. Doanya: "duh semoga ada duitnya!" hehehe Jadi konser the twenty tour westlife ini diadakan untuk mengobati kerinduan para fans westlife setelah bertahun-tahun vakum dan mengumumkan untuk bubar. Pada akhirnya mereka memutuskan kembali dan mengadakan konser. Konser The Twenty Tour adalah tur konser ke-13 oleh grup pop Irlandia, Westlife. Konser dimulai pada 22 Mei 2019 di Belfast, Irlandia Utara di SSE Arena dan akan berakhir pada 29 Agustus 2020 di Cork, Irlandia, yang terdiri dari 37 konser di Eropa dan 17 konser di Asia. [1]

Di Indonesia, ada dua promotor musik yaitu, Full Color Entertaiment dan Rajawali Indonesia. Nah, saat saya tahu dibuka konser Westlife yang di ICE BSD Jakarta (6-7 Agustus 2019) saya kesulitan mendapatkan tiketnya. Dalam waktu setengah jam udah ludes. 😭 Berburu tiketnya seperti berburu tiket konser SUJU hahahaa. Bagi  generasi muda yang lahir tahun 80-90an awal, Westlife merupakan boyband yang mendapatkan tempat special di hati masyarakat Indonesia. Hampir semua lagunya dikenal, diputar di semua stasiun radio, dan kasetnya terjual puluhan juta copy. Wajarlah ya, mereka konser megah seperti ini. 😍  



Konser Westlife “The Twenty Tour” Borobudur Symphony di Yogyakarta diadakan tanggal 31 Agustus 2019 yang lalu. Tiket dijual dalam lima kelas, yakni Super VVIP Rp3,5 juta, Diamond Rp2,5 juta, Platinum Rp2 juta, Gold Rp1 juta, dan Festival Rp1,25 juta. Saya membeli tiket GOLD supaya bisa duduk walaupun akhirnya berdiri juga haha. Jadi selain beli tiket konser westlife kami juga harus membeli tiket masuk ke Candi Borobudur  seharga Rp40.000. Sudah diantisipasi membludak kami sudah membelinya di Traveloka dan dapat promo pula. hehee 

Menurut informasi bahwa konser yang diadakan di Candi Borobudur ini lebih bagus dari Jakarta. Mulai dari segi lighting, sound, panggung, dan latar belakang yang Candi Borobudur. Tapi, menurut saya yang selalu kendala adalah pada proses antre dari berbagai kelas. Masih harus antre panjang walau udah satu jam sebelumnya dan kurang informasi detail harus antre di mana. But, overall keren banget sih apalagi soundnya kayak mendengarkan mereka dari kaset atau platform musik digital. Nah, saya tidak sendiri menonton konser westlife ini, saya bersama tiga teman saya yang sepakat untuk nonton di Yogyakarta sambil liburan singkat. Penginapan dan tiket kereta Bandung-Yogyakartapun sudah kami pesan jauh-jauh bulan malah. Penuh banget di tanggal itu.

WESTLIFE TAMPIL KEREN!

Westlife akhirnya muncul di atas panggung sekitar jam 20.45 WIB terlambat dari waktu yang ditetapkan. Kami langsung teriak histeris ketika Shane, Mark, Kian, dan Nicky, muncul  dan bernyanyi di atas panggung. Mereka membuka konser dengan lagu Hello My Love. Saya merasa bersyukur akhirnya bisa nonton langsung dan nyanyi sambIl berteriak. "SHANEEEE! I LOVE YOU!" 😜 

Gambar dari Liputan 6
Mereka sudah tak lagi muda ya, tapi masih mampu tampil energik dan keren banget saat menyanyikan lagu My Love, Better Man, atau Uptown Girl. Semua koreografi bagus dan kompak, tapi suaranya tidak pecah, Keren! Beneran penyanyi tingkat Internasional. 


Kami kemudian terbius untuk bernyanyi bersama Shane dkk. di lagu I Have a Dream, Unbreakable, Fool Again, dan Queen of My Heart dengan versi akustik. Padahal saya membayangkan ketika Westlife bernyanyi I Have a Dream bersama Sherina Munaf saat konser. 💙


Tak hanya  lagu hits dari Westlife, mereka juga membawakan lagu band legendaris asal Inggris, Queen  dengan aransemen yang berbeda. Lagu Another One Bites the Dust, Radio Gaga, I Want to Break Free, Somebody to Love, Don't Stop Me Now, We Will Rock You, dan We Are the Champions. [2


Mereka akhirnya pamit dan menutup konser di lagu  You Raise Me Up, tapi kami tidak yakin kalau itu lagu terakhir yang mereka nyanyikan dan selesai. Teman-teman di sana pun teriak bersama "We want more". Kami tahu kalau lagu andalan belum dinyanyikan yaitu Flying without Wings. Tak lama mereka muncul dengan mengenakan baju putih dan diakhiri dengan suara MARK yang keren banget! Duh, rasanya dua jam kurang ya. hehe Westlife membawakan sekitar 15-20 lagu andalan mereka.

Secara keseluruhan saya merasa puas dan rindu malah ingin melihat mereka konser lagi di Indonesia. Walau konser diadakan di lapangan atau outdoor tapi Rajawali Indonesia berhasil membuat saya terpukau degan efek lighting dan suara yang masih terdengar baik. Walaupun setelah konser ini suara kami langsung serak. hehe Konserpun berakhir sekitar pukul 23.00 WIB. Sayang, karena tidak boleh menggunakan kamera professional jadi gambar atau video yang didapatkan tidak sesuai ekspektasi tapi tetap diabadikan. Thank you Rajawali Indonesia dan Candi Borobudur. 💝




Perjuangan belum berakhir saya masih harus mengendari mobil tengah malam ke tempat penginapan yang ditempuh sekitar 1 jam, karena harus melintasi Magelang-Yogyakarta. Namun, rasa letihpun hilang setelah menonton idola saat masih kecil itu terwujud. Alhamdulillah. 😍



Kamis, 03 Oktober 2019

Sarapan Murah di Waroeng Kopi Klotok Yogyakarta

Akhirnya bisa ngeblog lagi! hehe Sebenarnya trip ke Yogyakarta kali ini punya maksud tertentu. Apa tuh? Nanti bakal saya ceritakan di bagian selanjutnya. 😀  Nah, selama di Yogyakarta, saya nyetir mobil sendiri. Kenapa? karena teman-teman seperjuangan saya tidak bisa menyetir mobil manual! 🙅 hahah apa mau dikata gengz! Alhamdulillah selama di sana kami dapat mobil pinjaman dari sodaranya aya dan mobilnya i***va dong 😅 *intermezzo sedikit ya ✌



Dua teman saya yang "cuma" bisa nyetir mobil matic 😜

WAROENG KOPI KLOTOK

Sudah pernah dengar Waroeng Kopi Klotok, tempat hits di kota Yogyakarta? Nah, hari pertama saya dan gengz di Yogyakarta memutuskan untuk sarapan di sana sebelum check-in di hotel siang nanti. Perjalanan kami dimulai dari The Alana Hotel Yogyakarta menuju Warung Kopi Klotok, jaraknya sekitar 12 km atau perjalanan sekitar 25-30 menit. Yogyakarta selalu menyisakan rindu ya ~ selalu ingin kembali ke kota ini. seperti lagunya Kla Project-Yogyakarta.

Waroeng Kopi Klotok ini terletak di Jalan Kaliurang KM.16, Pakembinangun, Pakem, Area Sawah, Pakembinangun, Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582. Jadi kalau kalian ada rencana trip ke daerah Kaliurang jangan lupa untuk sekedar sarapan atau makan siang di sini ya! Suasananya buat kalian betah di sana.~ Kenapa? Yuk, simak selanjutnya!

MASAKAN RUMAHAN DAN SUASANA DESA

Jadi apa yang menarik nih? Kami sampai di sana sekitar jam 9 pagi dan ternyata sudah penuh dengan pengunjung. Lokasinya yang agak sedikit masuk ke jalan membuat kami sedikit ragu, bener gak ya? Sudah banyak pengunjung yang parkir ternyata dan penuh bangeeeet! Untung yang nyetir mobilnya wanita, alhamdulillah dapet parkir 😃 Jadi, memang benar pengunjung rela antre dan nunggu dapet parkir supaya bisa makan di sini. Mobil-mobil yang datangpun gak cuma dari daerah sekitar, seperti kami mobil berPLAT D, ada juga yang dari Jakarta, atau bahkan dari Bali. 

img source: https://www.outingjogja.com/2016/08/untuk-masalah-kuliner-jogjakarta-memang.html
Pertama kami masuk, ternyata antreannya cukup panjang, kami antre sekitar satu jam. Dan pelajaan buat kami karena penuh, setidaknya nge-tag dulu tempat duduk ya sehingga gak perlu lagi antre menunggu pengunjung lain selesai makan.



Sesuai namanya, rumah makan ini pasti menyediakan kopi klotok. Kopi klotok itu adalah kopi hitam panas. Dikatakan kopi 'klotok' katanya, karena pada saat merebus kopi ini mengeluarkan suara 'klotok-klotok' ketika mendidih. Kopinya terlihat seperti kopi yang lain sih, namun kata teman saya rasanya okelah. hehe *saya bukan penggemar kopi, jadi menurut saya semua kopi sama 💃 ✌

Ternyata semua serba prasmanan. Ini yang membuat waroeng kopi klotok terasa istimewa. Tak hanya menjual kopi, ada makanan yang disajikan prasmanan dengan suasana pedesaan. Di luar sana pengunjung bisa duduk bersila di atas tikar dengan pemandangan sawah. Nah karena matahari sudah mulai tinggi dan panas, kami memilih untuk duduk di dalam waroeng kopi klotok. 


Sego jangan (nasi sayur) adalah salah satu makanan yang paling favorit dan populer di warung makan ini. Warung ini menyediakan berbagai pilihan sayur, seperti sayur lodeh, sayur asem, atau sop. Selain itu juga ada tempe goreng, pindang goreng, telur dadar krispi (favorit juga), dan sambal dadakan. Istimewanya warung ini adalah karena mereka menyajikan masakan rumahan dan rasanyapun tak jauh berbeda dengan masakan di rumah lho ~~ Telur krispi di sana seperti telur krispi buatan saya sih, cuma kemarin agak asin. hahaa Mau coba telur krispi saya? follow me on Instagram 😝

Waroeng Kopi klotok ini bener-bener ndeso alias desa banget. Tak hanya masakkan tapi juga bangunan yang kampung banget. Lalu, selama makan kami diiringi musik jawa, keroncong. Di dalam rumah ini kami menjumpai barang-barang tempo dulu. Kursi dan mejanyapun mereka memilih dari bahan kayu untuk mempertahankan rasa "desa" sehingga pengunjung merasa seperti ada di rumah sendiri. 

 

Warung ini juga menyediakan cemilan favorit, yaitu pisang goreng. Entah apa racikannya yang membuat pisang goreng ini menjadi nikmat dan gurih. Satu porsi pisang goreng isinya dua dan kami memutuskan membeli 3 porsi ;) Nah, Kalau ala-ala sopir ya tak enak makan pisang goreng tanpa ditemani kopi, teh manis, wedang jahe atau minuman lainnya. Kata teman saya, kopi dan teh serehnya enak. Saya memilih untuk membeli es teh manis yang juga enak dan murah! Hanya Rp2.500 saja, Es teh tawar Rp1.500 lho… Kopi? Rp5.000 saja. 



Awalnya tergiur dengan minuman es jeruk, tapi ternyata sudah habis,😭 padahal baru jam 11 lho. Kata mas-nya ini juga salah satu minuman favorit dan cepat sekali habis. Memang kelihatan seger gitu apalagi dengan harga yang murah. hehe Kami menghabiskan sekitar seratus dua puluh ribuan saat brunch (breakfast & lunch) untuk lima orang. Murah kan?



Bagaimana? Tertarik untuk mencoba makanan di sini? Jangan lupa mampir kalau kalian lagi main ke Yogyakarta ya. ❤

ALAMAT KOPI KLOTOK

Jalan Kaliurang KM.16, Pakembinangun, Pakem, Area Sawah, Pakembinangun, 
Kec. Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55582
Jam buka: Setiap Hari 07.00–22.00 WIB
Telepon: 0812-2221-1635


Kamis, 04 Juli 2019

Akhirnya Ada Big Bad Wolf 2019 di Bandung

Hore! Sebagai pecinta buku, saya sangat senang begitu ada informasi mengenai acara ini. Apalagi acara ini diadakan di Bandung.🙆 Big Bad Wolf ini merupakan bursa buku terbesar. The Big Bad Wolf Sale ini ternyata pertama kali diadakan di Kula Lumpur tahun 2009. Berawal dari sebuah event "cuci gudang", dari berbagai buku laris hingga buku langka.

Big Bad Wolf Book ini baru pertama diadakan di Bandung, buka 24 jam selama 11 hari dari tanggal 28 Juni 2019 sampai 08 Juli 2019, di Mason Pine Hotel Kota Baru Parahyangan dan GRATIS!. Bagaimana? Masih gak tertarik? Tenang!  Diskon yang ditawarkan gede banget lho, mulai dari 60-80%. Tempatnya memang berada di Bandung Barat, tapi jangan khawatir bagi yang menggunakan mobil silakan melewati tol untuk sampai di tempat ini 😬 Nah, untuk informasi mengenai event ini kalian juga bisa cek di websitenya: https://www.bigbadwolfbooks.com/id Bagaimana keseruan saya di acara BBW 2019 kemarin?


Saya sendiri memutuskan untuk datang di hari ke-2. Khilaf! Tentu saja. hehehee Saya dan adik-adik saya memang dari dulu sudah suka membaca buku. Koleksi buku-buku kami pun berbeda ada yang suka dengan sejarah, biografi, komik, novel, atau buku agama. Kami memutuskan untuk datang ke event ini malam hari. Awalnya ingin datang sekitar jam 9 malam namun dindur karena harus membereskan sesuatu hingga akhirnya datang pukul 00.00/00.15 dini hari. 😝 Terasa di pesta midnight sale gitu. Di saat orang udah banyak pulang dan kami baru datang. Antri? Enggak. karena sudah tengah malam juga sih. Pas masuk, ramai? Masih sih, tapi mungkin tidak sepadat kalau pagi sampai malam hari. Mayoritas yang masih ada di sana, anak-anak muda. Ya, masih bisa bernapas untuk memilih buku dengan enjoy, walau ngantuk sih sebenarnya. hahaa Tapi udah sampai sana ngantuk hilang dan berasa ada di surga buku. 💗


Big Bad Wolf (BBW) Book Sale di Kota Baru Parahyangan ini memang banyaknya buku-buku International alias buku import, Tapi jangan khawatir ada juga kok buku-buku bahasa Indonesia walaupun memang gak sebanyak yang dibayangkan. Di BBW ini menjual berbagai jenis buku, seperti novel, komik, buku anak, biografi, agama, seni, musik, desain & arsitektur, kuliner/tata boga, traveling, psikologi, motivasi, ekonomi bisnis, kedokteran, disney, hingga puzzle juga tersedia di sana. 

Penerbit yang berpartisipasi juga tidak banyak,  rata-rata buku terbitan Mizan Grup. Untuk buku-buku yang di sale juga relatif tahun lama, ya sekitar 5 tahun ke belakang. Jangan khawatir, buku best seller juga tetap ada di sana kok. Nanti saat di sana akan dibedakan dengan papan warna, warna kuning/oranye untuk yang Bahasa Inggris dan biru/toska untuk yang Bahasa Indonesia.

Di BBW Bandung ini juga banyak buku anak. Temanya variatif, mulai dari komik, novel anak, buku membaca dan mewarnai, buku pelajaran, buku interaktif (ayo sholat, dll), dan banyak lagi. Selama di sana banyak Ibu-ibu muda yang rela ngubek tumpukan buku, mencari buku favorit anak-anaknya. Turut serta membawa anaknya untuk memilih. Sayang sih ya, saat saya datang kebanyakan bukunya tidak lagi tertata dengan rapi. Jadi sedikit agak susah untuk memilihnya karena sudah tercampur. Tapi, salut sama panitia BBW, semuanya "gercep" mereka langsung menyusun kembali buku-buku tersebut. Mayoritas panitia di BBW memang anak-anak muda 💪

Saya tentu saja memilih untuk langsung mengunjungi buku-buku novel. Takjub memang sama harganya, mulai dari Rp10.000 hingga Rp40.000 an saja. Rata-rata berkisar Rp25.000 untuk buku lokal. Sedangkan, novel import itu mulai dari Rp70.000 hingga Rp100.000an. Untuk novel import saya memilih karya Rainbow Rowell selain karena suka liat covernya,  kalau dicek harga sih sekitar $18 tapi di sana saya hanya membayar Rp70.000 saja. Sisanya saya membeli novel Indonesia yang satu Rp10.000 dan Rp38.000. Buku anak-anak yang saya beli juga sekitar Rp15.000 saja. Saya cuma beli 6 buku kok, ini udah direm, nggak sanggup takut bablas. haha Emak-emak ayo beli. heheee



Adik saya beli buku referensi S-2 tentang Arsitektur juga murah bangeeet. Kalau di Amazon itu sekitar Rp650.000an di sana dapet ya Rp165.000 saja.  Buat referensi Arsitek, Desain, Kedokteran, atau buku resep buat masakan jadi menggoda. Bisa deh dateng ke sini, Adik saya yang satu lagi memilih untuk membeli buku biografi dan motivasi juga. Harganya rata-rata sekitar Rp35.000 saja. Makanya doi langsung khilaf. Paling banyak beli buku di antara kami. 👻 

 
Setelah hampir dua jam berada di sana kami memutuskan untuk mengakhirinya, takut bablas. hehe Perjalanan menuju kasir kami masih bertemu buku-buku import yang juga menarik perhatian. "AH! tuh kan masih ada" "Udah ah". ~lalu melipir pergi walau mata masih jelalatan ya. wkwkw Ternyata setelah saya perhatikan banyak juga yang keranjangnya penuh atau bahkan membawa koper sendiri, sanking banyaknya. Mungkin mereka mbak-mbak JASTIP. 😁

Mungkin karena sudah dini hari kami pun gak perlu menunggu lama antri di kasir. Anak-anak muda semua yang menjadi kasir. 😍 Kasir di sana banyak banget kok mungkin ada 30an deh kalua saya tidak salah. Nanti, sebelum bayar semua bukunya ditanya dulu untuk membayar menggunakan cash atau debit. Kasirnya pun dibedakan, biar cepet lah ya. ~~ Thanks a lot, guys! 

Gak nyesel sih datang ke sana walau tengah malam, tapi puas. Malah yang gak puas dan bikin sesek napas sih, dompet.  Luar biasa! Setelah dihitung kami membeli 17 buku dengan total Rp800.000an, murah bangeeettttt kan ya. 


So, jangan sampai kehabisan sama buku2 favoritnya. Apalagi emak2 yang punya anak kecil. Awas khilaf lho ya!. karena di sana itu Surga. Lihat!, sampe kucing saya pun pengen eksis foto di buku-buku ini. 


Selamat berburu buku murah ya temans! 👻💓

Senin, 27 Mei 2019

Perjalanan Hidup Arjun Reddy || Review Film

Jika Anda salah satu penggemar film India atau menyukai genre film drama dan romance, film ini bisa menjadi pilihan alternatif tontonan yang menarik. Seperti yang saya pernah jelaskan dahulu, bahwa di India banyak sekali film-film bagus dengan Bahasa selain Hindi (atau biasa disebut Bollywood), ada Telugu, Tamil, Punjab, dan sebagainya. 

Arjun Reddy merupakan film berbahasa Telugu yang mendulang sukses dan masuk ke jajaran box office pada tahun 2017. Arjun Reddy adalah sebuah film drama berbahasa Telugu India yang ditulis dan disutradarai oleh Sandeep Vanga, dan diproduksi oleh Pranay Reddy Vanga, dalam label Bhadrakali Pictures. Film ini dibintangi aktor terbaik telugu Vijay Deverakonda dan Shalini Pandey sebagai peran Utama. Arjun Reddy rilis tanggal 25 Agustus 2017 dengan durasi sekitar 3 jam atau 186 menit. Maka harus siap makanan dan tempat duduk atau tempat tidur yang nyaman selama menonton.


SINOPSIS

Film ini bercerita tentang Arjun Reddy (Vijay) adalah seorang mahasiswa tahun terakhir di St. Mary's Medical College di Mangalore, India. Arjun seorang mahasiswa yang cerdas dan dokter ahli bedah orto yang sukses tetapi juga seorang pecandu alkohol. Dia sangat dekat dengan dunia seks dan alkohol. Dibalik kesuksesanya ia memiliki sifat agresif dan sulit mengontrol emosinya. Sifat agresif Arjun ini juga yang menyebabkan ia ditakuti dan dianggap pembuat onar.

Arjun kemudian jatuh cinta pada juniornya di kampus bernama Preethi (Shalini Pandey). Awalnya Preethi merasa tidak nyaman namun  dia akhirnya membalas perasaannya. Arjun lulus dengan gelar MBBS dan kemudian melanjutkan sekolahnya ke Mussorie untuk mendapatkan gelar Master dalam bidang bedah Ortopedi. Selama tiga tahun, hubungan Arjun dan Preethi menjadi lebih kuat. Tetapi ayah Preethi menentang hubungan mereka karena dia tidak suka anaknya menikahi seseorang dari kasta lain. Arjun kehilangan kesadaran selama beberapa hari karena overdosis. Semuanya berubah dalam waktu sekejab  saat ia mengetahui bahwa Preethi menikah dengan pria lain. Arjun yang patah hati menjadi pecandu alkohol dan memilih terpisah dari keluarganya. Lalu bagaimana nasib Arjun selanjutnya? 😀

https://movietime.guru/so-i-recently-watched-arjun-reddy-34a6c456f2fe

Arjun Reddy sebagian terinspirasi oleh kehidupan Vanga sebagai mahasiswa fisioterapi. Dia mengerjakan naskah selama dua tahun dan butuh empat sampai lima tahun untuk film terwujud.


Perjalanan Cinta Arjun dan Preethi

KARAKTER PEMAIN

Vijay Devarakonda memerankan Arjun dengan sangat natural. Dia tetap sederhana terlepas dari kompleksitas karakter yang dia mainkan. Itulah yang membuat karakter Arjun Reddy menjadi begitu menarik. Dia memiliki bakat yang sangat baik dan layak diberikan apresiasi. Shalini sangat tepat memerankan peran sebagai Preethi. Dia bukanlah wajah glamor yang khas, tetapi terlihat seperti seorang gadis biasa. Dia melakukannya dengan baik terutama dalam memainkan emosional bersama Vijay. Dialognya sangat mengesankan. Karya hebat sinematografer merupakan aset utamanya. Latar belakang musik mengingatkan kita pada karya-karya legendaris dari Ilayaraja dan Rahman. Lagu-lagunyapun tergilang bagus. [1] Film ini dibuat dengan anggaran rendah, tetapi secara teknis sangat baik. Bayangkan saja dari anggaran ₹ 40—51,5 juta, akhirnya box office mencapai ₹ 510 juta. [2]

Keluarga Arjun Reddy

RINGKASAN

Perlu digarisbawahi bahwa Arjun Reddy bukan film untuk semua orang. Ini bukan film untuk penonton bioskop yang senang dengan tarian dan perkelahian. Film ini juga dilarang untuk ditonton oleh anak-anak karena memuat dengan konten dan dialog dewasa. Arjun Reddy adalah film yang tidak konvensional yang melanggar norma-norma romansa Tollywood (Telugu) yang khas. Ini adalah pandangan realistis tentang cinta dan kehidupan. Dalam film ini, penonton akan banyak dialihkan ke karakter Arjun sehingga mereka akan menunggu sampai akhir untuk mengetahui apa yang terjadi padanya. Di sinilah Sandeep Reddy paling sukses meskipun durasi yang panjang dan sangat emosional. 

Secara keseluruhan, Arjun Reddy adalah film yang sangat berani ditargetkan untuk kaum muda.  Pascarilis, film ini menerima ulasan positif baik dari segi naskah, sinematografi, dan penampilan para pemain – terutama penampilan Vijay sebagai pemeran utama. Ulasan negatif juga mengalir pada film ini, yang mengundang kecaman karena diduga mempromosikan penyalahgunaan zat atau obat-obatan di kalangan anak muda. Bagi saya ini film yang sangat menarik untuk ditonton, karena mampu menguras emosi saya, ada sedih, kesal, dan juga menghadirkan kebahagiaan 😉 🌟4.5/5.0


BACA JUGA: Rekomendasi 20 Film Bollywood

BOLLYWOOD

Karena kesuksesannya, film Arjun Reddy ini telah dibuat dalam versi Hindi atau Bollywood. Dalam film Bollywood berjudul Kabir Singh yang disutradarai oleh Sandeep Vanga sendiri. Diproduksi oleh Cine1 Studios dan T-Series, film ini dibintangi oleh Shahid Kapoor dan Kiara Advani yang dijadwalkan akan dirilis pada 21 Juni 2019.  Perfiliman Tamil juga membuat film yang sama dengan judul Adithya Varma yang juga diperkirakan rilis Juni 2019 nanti.

https://www.bollywoodhungama.com/photos/first-look/kabir-singh/kabir-singh-7/
Dengan kehadiran Vanga yang juga menyutradarai film ini, semoga film Kabir Singh BISA sebanding dengan film Arjun Reddy atau bahkan lebih baik. Kalau lihat dari TRAILERNYA sih Bagussss… Shahid Kapoor juga selalu menjiwai setiap peran. Kecantikan Kiara juga mampu mewarnai film ini. Semoga menjadi tontonan yang luar biasa 👌💥 Lihat saja penampakan kedua poster fim ini. mirip kan?



Arjun Reddy | 2017Durasi: 186 menit | Tanggal Rilis25 August 2017 | Sutradara dan Penulis Naskah: Sandeep Vanga | Produser: Pranay Reddy Vanga | Pemain: Vijay Deverakonda, Shalini Pandey, Rahul Ramakrishna. dll. | Produksi: Bhadrakali Pictures | Musik: Radha, Harshavardhan, dan Rameshwar

FOLLOW ME @INSTAGRAM